Marked by towering glaciers and vast expanses of tundra and open sea,
the astonishing Arctic landscape exudes a feeling of immense power. But
the region's ecosystem is actually one of the most fragile, and it is
facing quick deterioration from man-made intrusions such as mining, oil
drilling, and pollution - as well as global warming. Journey with
explore to meet the region's people and find out how these issues are
affecting their time-honored way of life.
Ditandai dengangletsermenjulangdanhamparan luastundradan lautterbuka,lanskapArktikmenakjubkanmemancarkan perasaankekuasaan yang besar.Tapiekosistemdaerahsebenarnya adalah salah satuyang palingrapuh,danini menghadapipenurunancepat dari gangguan buatan manusiaseperti pertambangan,pengeboran minyak,dan polusi-sertapemanasan global.Perjalanandenganmengeksplorasi untukbertemu orang-orangdi kawasan itudan mencari tahu bagaimanamasalah inimempengaruhicara hidup mereka.
Sebagai pemerhati, praktisi atau pecinta lingkungan akan
sangat ideal jika kita berbuat untuk menyelamatkan lingkungan di sekitar
kita. Video ini merupakan manifestasi dari usaha terpadu, preventif dan
berorientasi kepada proses dan produk dalam membangun ruang untuk
tempat tinggal yang tidak saja asri, sehat tetapi juga rama lingkungan.
Bagaimana mewujudkan rumah yang asri? Pertama yang dilakukan adalah
penataan ruang. Tapak tanah untuk pembangunan rumah ini meliputi lahan
dengan panjang 60 m dan lebar 24 m. Pada bagian timur tapak digali
dengan ukuran 30 m x 10 m lalu galiannya ditimbunkan pada bagian lain di
bagian barat dan selatan. Galian kolam itu dilakukan dengan tenaga
manusia dalam rangka memberikan penghasilan kepada penduduk setempat.
Rata-rata kedalaman galian berkisar antara 2,5 sampai 3 m. Tanah galian
ini mencapai volume sekitar 1000 m3, jumlah yang pantastik untuk
menaikkan ketinggian di semua bagian lain dari tapak calon rumah.
Kedua, Setelah ruang tertata - ada untuk tapak rumah (di bagian barat),
ada untuk kolam, ada untuk parkir, ada untuk lahan terbuka hijau dan
lain-lain. Tapak proyek untuk pembangunan rumah ini selanjutnya
diberakan (dibiarkan) 3 hingga 4 tahun. Untuk apa? Tujuannya adalah
supaya tanah galian sudah matang alias sudah mantap untuk dibangun
(padat), racunnya sudah hilang (tanah galian banyak senayawa-senyawa
tidak sehat untuk tempat tinggal manusia maupun tanaman).
Ketiga, pembangunan rumah dimulai dengan pembuatan IMB (izin mendirikan
bangunan) ke Dinas Tata Kota, mencari dana untuk membangun dan
sebagainya. Pembuatan IMB dibuat satu paket dengan pengurusan PBB (pajak
bumi dan bangunan) yang juga merupakan persyaratan untuk membuat
sertifikat tanah di BPN (Badan Pertanahan Nasional). Sertifikat tanah
rupanya penting untuk mengajukan dana pinjaman di bank Sumsel Syariah
palembang. Tidak ada yang kebetulan. Saya meyakini semua adalah rekayasa
Allah.
Keempat, pembangunan rumah dimulai dengan pembuatan DED (detail
engineering design) rencana rumah termasuk rencana taman dan kolam.
Alhamdulillah, setelah dirancang dan tersedia dana awal maka dimulailah
pembangunan pondasi bangunan.
Untuk menghemat dana, saya tidak menyewa tukang yang profesional tetapi
tukang yang biasa-biasa saja. Keuntungan dengan pendekatan ini adalah
biaya lebih murah, tetapi kerugiannya adalah ada beberapa sisi dari segi
teknologi tidak pas alias salah. Kesalahan yang sangat fatal misalnya
struktur ruang kurang siku dll.
Dalam perjalanan saya selalu membawa tiga hal. Pertama, dengan agama
hidup jadi TERARAH, denghan teknologi hidup jadi MURAH dan dengan seni
hidup jadi INDAH. Pembangunan rumah yang saya beri judul "Rumah panen
hujan" ini tidak murah, tidak mudah tetapi bisa dijangkau dan bisa
dilaksanakan. Alhamdulillah.
Tahajud, dhuha, baca qur'an, sedekah dan dakwah merupakan rangkaian yang
tidak terpisahkan dengan menangis dalam berdoa baik siang maupun malam
hari. Tidak lupa melakukan silaturtrahim dengan person to person serta
menggunakan search di internet. Tidak tertinggal juga menyuruh anak
bujang untuk mencari model rumah yang asri, sehat dan ramah lingkungan.
Dengan begitu terasa sekali pertolongan Allah baik dalam perancangan
rumah, mengarahkan tukang, mencari sumber-sumber penadanaan termasuk
hutang dengan banyak pihak (panglong, bank dan sumber halal lainnya
seperti jual tanah kapling, subhanallah). Prinsip ATM (amati, tiru dan
modifikasi) digunakan dalam pembangunan rumah ini.
Pembangunan dilangsungkan secara bertahap. Setelah membangun pondasi,
tukang diminta untuk tiarap (istirahat). Tak lama setelah itu tukang
"merengek" lagi untuk "beguyur" nmelanjutkan pembangunan. Sayapun
mengikuti keinginan tukang. Hitung-hitung mengabulkan harapan dan doa
saudara seagama. Pelan tapi pasti setelah dua tahun bentuk rumah sudah
mulai kelihatan. Alhamdulillah kredit di Bank Sumsel Syariah disetujui,
IMB keluar dan sertifikat tanahpun selesai. Subhanallah.
Sebelum finishing ditekankan kepada tukang agar memperhatikan fungsi
atap untuk menampung air hujan, fungsi kolam renang untuk menampung
sementara air hujan dan fungsi saluran untuk menyalurkan air hujan ke
rencana penampungan dalam bentuk tangki air hujan, sumur resapan, kolam
renang dan kolam ikan di halaman rumah.
Untuk mahasiswa PPS Unsri yang mengambil mata kuliah Kebijakan pengelolaan lingkungan dengan saya dan merupakan kandidat doktor lingkungan saya galakkan mereka untuk membuat tabel MRQ dalam setiap tugas penulisan ilmiah. Apa keuntungannya? MRQ menjadikan kita terarah dalam menyusun pertanyaan-pertanyaan apa saja yang akan kita bangun dan hendak dicarikan jawabannya.
Ada satu aturan yang harus ditaatai oleh semua orang yang hidup di bumi ini, yah itu untuk melindungi air,
tanah dan udara dari pencemaran supaya semua mahluk hidup di bumi bisa bertahan hidup.
Selain itu di dalam beberapa tahun terakhir ini manajemen bisnis
yang ramah lingkungan menjadi sangat penting karena perubahaan iklim,
pemanasan global dll.
Sebagai salah satu anggota dari Sumitomo Heavy Industries
Group,
kami, Sumitomo Heavy Industries Modern janji untuk melakukan
kegiatan usaha dengan cara yang konstruktif melindungi lingkungan dan
sumber daya,
hidup berdampingan dengan komunitas sekitar dan memberikan
kontibusi kepada perkembangan berkelanjutan untuk umat manusia dan
masyarakat.
■ Kebijakan Dasar
Mencegah polusi dengan mengamati hukum lingkungan dan peraturan
pemerintah negara dan lokal, dan persyaratan yang diminta oleh kalangan
industri, masyarakat, dll.
Melakukan konservasi energi dan berusaha untuk mengurangi emisi gas rumah kaca seperti CO2,
sebagai sarana untuk mencegah perubahan iklim yang disebabkan oleh manusia.
Mengurangi limbah dalam kegiatan bisnis dan mempromosikan pemilahan sampah dan daur ulang.
Upayakan untuk benar-benar menghilangkan hal sia-sia dengan meningkatkan kualitas dan efisiensi kerja dan operasi.
Menetapkan tujuan dan sasaran lingkungan, melakukan audit lingkungan dan review secara berkala,
dan berusaha untuk terus meningkatkan kegiatan dalam rangka mewujudkan kebijakan lingkungan.
Berupaya untuk mendidik dan mencerahkan setiap karyawan dan
individu sehingga untuk meningkatkan kesadaran mereka tentang lingkungan
dan memacu mereka untuk mengambil inisiatif sendiri untuk
terlibat dengan kegiatan perlindungan lingkungan.
Jadikan ini kebijakan lingkungan diketahui oleh semua karyawan
dan entitas bekerja sama seperti pemasok, dan meminta pemahaman dan
kerja sama dengan itu.
1 April 2011 Sumitomo Heavy Industries Modern, Ltd.
Kebijakan lingkungan atau environmental policy adalah elemen dasar Sistem Manajemen Lingkungan (SML) dan menjadi
payung penerapan dan penyempurnaan SML, dimana semua tindakan
organisasi mengacu pada kebijakan lingkungan organisasi. Kebijakan Lingkungan
merupakan penentu arah, prinsip, dan tindakan organisasi secara menyeluruh, mulai dari tahap perencanaan strategik dan investasi sampai pelaksanaan operasional
sehari-hari.
Kebijakan lingkungan merupakan elemen dasar SML dan menjadi
payung penerapan dan penyempurnaan SML, dimana semua tindakan
organisasi mengacu pada kebijakan lingkungan organisasi. Kebijakan Lingkungan
merupakan penentu arah, prinsip, dan tindakan organisasi secara menyeluruh,
dimulai sejak perencanaan strategik dan investasi sampai pelaksanaan operasional
sehari-hari.
Environmental policy is any [course of] action deliberately
taken [or not taken] to manage human activities with a view to prevent,
reduce, or mitigate harmful effects on nature and natural resources, and
ensuring that man-made changes to the environment do not have harmful
effects on humans (McCormick, 2001).
Pernyataan kebijakan lingkungan mencerminkan komitmen manajemen
puncak organisasi (Presiden Direktur, Direktur Utama, Chief Executive
Officer, dan sejenisnya) sebagai penanggungjawab tertinggi dalam organisasi.
Komitmen manajemen puncak organisasi yang harus direfleksikan dalam Kebijakan
Lingkungan agar memenuhi persyaratan standar SML ISO-14001, adalah:
Menaati peraturan perundang-undangan lingkungan yang berlaku dan persyaratan
lain yang dapat diterapkan;
Mencegah pencemaran; dan
Memperbaiki/menyempurnakan terus menerus kinerja manajemen dan kinerja
lingkungan.
Referensi:
^McCormick, John (2001). Environmental Policy in the European Union. The European Series. Palgrave. p. 21.